Penghargaan ini adalah penghargaan kedua dalam bulan ini yang mengenali kontribusi perusahaan bagi perkembangan ekonomi dan komunitas Indonesia
Jakarta, Indonesia, 15 Desember 2011 – Cargill mendapatkan anugerah untuk komitmen dan usahanya dalam mendorong perkembangan ekonomi di sektor Agrikultur dan Agro-Industri semalam dalam upacara penganugerahan CSR Award 2011 di Jakarta. Diserahkan oleh Menteri Sosial Dr. Salim Segaf Al Jufri, Platinum Indonesian CSR Award (ICA) diberikan kepada PT Hindoli, perusahaan perkebunan kelapa sawit yang dimiliki Cargill di Sumatera Selatan. Penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan terhadap kesuksesan program smallholder PT Hindoli yang meningkatkan kehidupan petani dan pendirian kerjasama efektif untuk keberlangsungan ekonomi dalam jangka panjang.
Penghargaan Platinum ICA diberikan hanya dalam waktu tiga minggu setelah pemerintah Sumatera Selatan menganugerahkan Cargill The Best Investor Award, sebagai bentuk pengakuan terhadap prestasi perusahaan di empat bidang--pertumbuhan bisnis; tanggung jawab sosial perusahaan dan upaya-upaya pembangunan masyarakat; program-program konservasi lingkungan dan kelestarian; serta sebagai teladan dalam hal hubungan antara karyawan dengan manajemen perusahaan.
“Kemitraan yang sukses antara perusahaan dan smallholder membutuhkan visi masa depan, komitmen dan pandangan jangka panjang. Kami yakin pada hubungan dan interaksi kami dengan smallholders yang didasarkan pada integritas dan rasa hormat karena kami membangun bisnis bersama sebagai mitra,” kata Anthony Yeow, Presiden Direktur PT Hindoli. Award CSR Platinum Indonesia diberikan tak lama setelah kami menerima Best Investor Award dari pemerintah Sumatera Selatan. Hal ini menekankan komitmen kami untuk bekerjasama dengan komunitas untuk membantu mereka memanfaatkan kesempatan-kesempatan ekonomis dan meraih penghidupan yang lebih baik untuk keluarga mereka. Kami sangat berterimakasih pada pemerintah Indonesia dan komunitas Sungai Lilin yang telah mewujudkan penghargaan ini.Melalui program smallholder PT Hindoli, petani di Sungai Lilin, Sumatera Selatan berkembang dari petani subsien menjadi pemilik usaha agrikultur yang sehat yang bisa diturunkan dari generasi ke generasi. PT Hindoli bekerja langsung dengan ribuan petani untuk membantu mereka meningkatkan hasil panen, pendapatan dan standar hidup mereka. Investasi perusahaan meningkatkan produksi agrikultur, mengembangkan sarana dan prasarana dan mendukung pendidikan, layanan kesehatan dan kebutuhan-kebutuhan-kebutuhan ekonomi dan sosial komunitas lainnya.
Smallholder PT Hindoli termasuk petani-petani yang pertama yang mendapatkan sertifikat dibawah RSPO Guidance for Scheme Smallholders di bulan Agustus 2010. Melalui sebuah kontrak formal, PT Hindoli – yang juga memiliki sertifikat RSPO – berbagi pendapatan tambahan dari kelapa sawit berkelanjutan bersertifikasi yang diproduksi oleh smallholder. Di bulan Juni 2011, para smallholder menerima pendapatan tambahan pertama dari penjualan minyak sawit bersertifikasi RSPO mereka. Pendapatan tambahan ini membantu meningkatkan standar hidup para smallholder dan keluarga mereka secara signifikan.
Pengembangan ekonomi yang dihasilkan oleh program smallholder PT Hindoli bisa dilihat dari peningkatan infrastruktur dan pertumbuhan kesejahteraan kecamatan Sungai Lilin. PT Hindoli mendanai pembangunan sekolah-sekolah dan perluasan ruang kelas dan fasilitas-fasilitas pengajaran. Sebagai tambahan, perusahaan mempekerjakan guru-guru untuk taman kanak-kanan dan sekolah dasar, dan mensponsori program-program pemerintah dan Asosiasi Guru untuk membantu meningkatkan kompetensi mereka dan kualitas pendidikan di komunitas dimana PT Hindoli beroperasi.
PT Hindoli juga membangun klinik-klinik kesehatan dan fasilitas kesehatan lainnya, serta menyediakan perlengkapan kesehatan untuk sekolah-sekolah. Perusahaan menyediakan layanan-layanan kesehatan gratis dan memfasilisasi program-program kesehatan, terutama reproduksi dan keluarga berencana, untuk komunitas dan karyawan. Program ini dilaksanakan secara mandiri dan bekerjasama dengan pemerintahan setempat.
Penghargaan Indonesian CSR diberikan setiap tiga tahun sekali oleh Kementrian Sosial dan Corporate Forum for Community Development (CFCD). ICA mengenali pencapaian di delapan bidang CSR, diantaranya pengembangan ekonomi, lingkungan, tata kelola perusahaan dan hak asasi manusia. Tiga kategori penghargaan – Platinum, Gold dan Silver, diberikan bagi perusahaan-perusahaan dari lima industri; pertambangan dan energi; perbankan dan layanan keuangan; industri dan manufacturing; serta prasarana dan sarana.
# # #
Cargill adalah produsen dan pemasar produk dan layanan makanan, pertanian, keuangan dan industri, serta internasional. Didirikan tahun 1865, perusahaan swasta ini mempekerjakan 131.000 orang di 66 negara. Cargill membantu para pelanggan untuk sukses melalui kolaborasi dan inovasi, dan berkomitmen untuk menerapkan pengetahuan dan pengalaman globalnya untuk membantu mengatasi tantangan ekonomi, lingkungan dan sosial di manapun dia menjalankan bisnis. Untuk informasi lebih lanjut kunjungi www.cargill.com
Cargill memulai bisnisnya di Indonesia pada tahun 1974 dengan mendirikan sebuah pabrik pakan di Bogor, Jawa Barat. Hari ini, Cargill - yang berkantor pusat di Jakarta - telah memiliki lebih dari 8.000 pegawai serta sejumlah kantor, instalasi pabrik dan fasilitas diseluruh Indonesia. Aktivitas bisnisnya meliputi nutrisi ternak, kakao, biji-bijian dan biji tumbuhan untuk minyak, dan gula. Cargill adalah warga korporasi Indonesia yang bertanggung jawab dan program-program lokalnya membantu pembangunan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan, membantu melindungi lingkungan dan memberi dukungan pada manusia dan peluaang-peluang yang ada di masyarakat lokal. Untuk informasi lebih lengkap kunjungi www.cargill.co.id
Operasional PT Hindoli yang dimiliki Cargill memiliki 36.000 ha perkebunan kelapa sawit yang memproduksi tandan buah segar yang diproses di dua pabrik pemrosesan milik perusahaan menjadi minyak kelapa sawit mentah dan inti sawit berkualitas tinggi. Pada 25 Februari 2009, PT Hindoli menerima sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) karena menjalankan produksi minyak sawit yang berkelanjutan. Tanggal 4 Agustus 2010, para petani yang bekerjasama dengan PT Hindoli dengan skema smallholder menerima sertifikasi RSPO, sehingga menjadikannya sebagai skema smallholder pertama di dunia yang memperoleh sertifikasi berdasarkan Prinsip dan Kriteria smallholer RSPO.