.

 

Cargill Tropical Palm lakukan usaha penanganan dan pemulihan pasca bencana bagi korban bencana banjir di East Region Poliplant Group, Kalimantan Barat, Indonesia

Situasi terkini per 15 September 2017, pukul 18.00 WIB

banjir_PPG_18092017update
Tinggi air saat ini di Desa Kemuning; banjir telah mereda sejak Selasa, 12 September 2017.
Di Desa Kemuning dan Kelampai di Kecamatan Manis Mata, banjir telah mereda. Posko darurat yang didirikan oleh Cargill beserta masyarakat, pemerintah, dan pihak lainnya saat ini telah ditutup dan bantuan juga sudah didistribusikan kepada korban banjir. Kita terus berkoordinasi dengan masyarakat dan pemernintah setempat untuk menilai dampak dan bantuan fase berikutnya. 

Di Kecamatan Jelai Hulu, Cargill menyerahkan bantuan batch terakhir untuk masyarakat di Desa Tanjung. Bantuan ini berupa beras, mie instan, susu, minyak, sabun, dan peralatan makan.

Tujuh rumah rusak parah akibat banjir dan Cargill akan membantu untuk membangun rumah baru bagi para korban. Rumah yang rusak terletak dekat dengan pinggir sungai dan beberapa rubuh ketika pondasi rumah tergerus banjir. Maka dari itu, rumah baru akan dibangun di lokasi lain.

banjir_ppg_18092017update2
Murid-murid di Desa Tanjung menerima bantuan makanan sehat dari Cargill
Pemerintah desa telah meminta Cargill untuk membangun kembali jembatan rusak yang dahulunya sering dipakai masyarakat terutama anak-anak untuk menuju ke sekolah. Tanpa jembatan tersebut, anak-anak harus berjalan kaki dengan rute yang lebih jauh selama satu jam. Kepala sekolah juga meminta Cargill untuk menyediakan transportasi bagi para murid, untuk melakukan penjemputan menuju ke sekolah dan saat pulang sekolah untuk memudahkan mereka. Cargill akan memproses proposal ini setelah diskusi dan koordinas lebih lanjut dengan pihak-pihak terkait.

Selain bantuan di Desa Tanjung, Cargill juga telah mendistribusikan donasi berupa makanan dan lainnya ke Desa Sidahari yang berjarak sekitar 5km dari Desa Tanjung. Di Sidahari, ada sebuah sekolah yang fasilitasnya rusak akibat banjir; kepala sekolah meminta bantuan Cargill untuk menyediakan papan tulis dan buku baru yang hilang akibat sapuan banjir. Cargill telah mendistribusikan buku tulis untuk para murid dan akan mendonasikan buku pelajaran bagi para guru. 


Situasi terkini per 11 September 2017, pukul 18.00 WIB

Di Kecamatan Jelai Hulu, beberapa korban telah kembali ke rumah masing-masing. Proses perbaikan, pembangunan kembali, atau setidaknya, menyelamatkan dan mengumpulkan sisa-sisa puing rumah mereka yang rusak diterjang banjir telah dimulai.

Karyawan dan relawan Cargill terus mendistribusikan bantuan makanan dan barang lainnya ke Desa Tanjung dan sekitarnya, di mana sekitar 400 keluarga menjadi korban dari bencana banjir. Tujuh rumah hanyut, empat rumah runtuh, dan tiga rumah rusak parah akibat sapuan banjir. Para korban yang rumahnya rusak parah sementara ini tinggal bersama saudara atau kerabat sampai kita menemukan solusi permanen atas hal ini.

Kita akan mengunjungi sekolah untuk menyalurkan bantuan buku dan makanan untuk anak-anak. Sekitar 35 anak yang kehilangan peralatan sekolahnya akibat banjir saat ini membutuhkan buku dan alat tulis.

Jembatan dan jalan yang rusak saat ini menjadi prioritas untuk diperbaiki, tim dari Cargill sedang membantu untuk merenovasi jembatan yang runtuh. Layanan kesehatan berjalan kita juga terus membantu pasien di Lamboy, daerah kecil dekat Desa Tanjung.

Di Kecamatan Manis Mata, banjir telah menggenangi Desa Kemuning dan Kelampai, bagian hulu dari lokasi Cargill. Hujan berhenti pada akhir minggu namun mulai turun lagi pagi ini. Ketinggian air saat inni dibawah satu meter. Kerusakan properti akibat banjir di Manis Mata lebih sedikit karena aliran banjir tidak terlalu deras, berbeda dengan aliran banjir di Jelai Hulu; sehingga tidak ada rumah yang hanyut ataupun runtuh. 

Total terdapat 300 rumah tangga yang terkena dampak banjir di Kemuning dan Kelampai. Para korban pindah ke posko yang didirikan oleh Cargill, relawan masyarakat, dan pemerintah setempat, berlokasi di dataran yang lebih tinggi. Cargill juga telah mendistribusikan obat dan vitamin ke puskesmas di sekitar lokasi banjir.  


Situasi terkini per 8 September 2017, pukul 18.00 WIB

banjir_PPG_18092017update3
cEO Cargill Tropical Palm, Richard Low, menyalurkan bantuan kepada masyarakat di posko darurat
Terhitung sejak 7 September 2017, hujan telah mereda di Kecamatan Jelai Hulu dan banjirpun mulai surut. Terdapat 40 pasien yang telah kita tangani di posko Cargill Cares di Riam Kota. Kita juga telah mendistribusikan stok bantuan dan menyediakan layanan kesehatan berjalan di Desa Tanjung, Pasir Mayang, dan Rangga Intan. Di Desa Pasir Mayang, tim kita telah melayani lebih dari 80 pasien. Di Desa Perigi, kita juga mendampingi tim kesehatan bupati Ketapang untuk membantu para korban.

Di Kecamatan Manis Mata, area hilir dari Kecamatan Jelai Hulu, 16 desa terendam banjir. Tim kita dari PT Harapan Sawit Lestari (HSL) mengirim bantuan makan, air mineral, dan keperluan lainnya untuk korban banjir menggunakan perahu.

CEO Cargill Tropical Palm Richard Low, yang mengunjungi di HSL dalam rangka kunjungan kerja, kemarin ikut bersama Presiden Direktor HSL Nharong Somchit untuk menyerahkan bantuan ke posko darurat yang didirikan oleh Cargill Cares dan pihak lainnya, dan dijalankan oleh karang taruna setempat


Situasi terkini per 7 September 2017, pukul 12.00 WIB

Banjir_PPG
Banjir di Kecamatan Jelai Hulu
Banjir di Kecamatan Jelai Hulu dan Marau telah mereda sejak Minggu, 3 September 2017. Namun, dikarenakan hujan terus turun hingga hari ini, banyak korban memilih bertahan di posko perlindungan karena khawatir banjir susulan atau rumah mereka telah rusak parah akibat banjir.

Tim teknisi sipil dari Cargill telah mengunjungi Desa Tanjung, Perigi, Deranuk, dan Periangan untuk melakukan peninjauan. Di Desa Tanjung, sembilan rumah rusak parah dan tiga diantaranya merupakan rumah karyawan kita.
 
Tim juga mendapati banyak warga yang belum mendapatkan pelayanan kesehatan karena kesusahan untuk menjangkau tenda darurat kita di Riam Kota yang didirikan pada hari Minggu. Maka dari itu, kita berencana untuk menerjunkan tim layanan kesehatan berjalan untuk menjangkau para korban.

Pada hari Senin, 4 September 2017, banjir mulai menggenangi Desa Kelampai dan Kemuning di Kecamatan Manis Mata, dimana PT HSL berlokasi (100 km dari PPG). Bantuan untuk lokasi ini sedang didistribusikan menggunakan perahu karena banjir juga telah memutus akses jalan. Tim kita di HSL berkoordinasi dengan karang taruna setempat untuk menyiapkan posko darurat sebagai langkah antisipasi jika banjir meluas ke area kita.

Dari Poliplant Group, sampai saat ini, kita telah mendonasikan uang sebesar Rp 29,471,000, 170 kilogram beras, tujuh kardus pakaian, 360 botol air mineral, dan delapan karton biscuit sebagai langkah penanganan dan pemulihan pasca bencana. Kita juga mendistribusikan 20 ton beras dari pemerintah untuk masyarakat di Jelai Hulu melalui badan penanggulangan bencana setempat menggunakan truk. Informasi mengenai bantuan dari Cargill di lokasi lain sedang dikumpulkan dan akan dilaporkan di pembaharuan berikutnya.
Banjir_PPG_Emergency Post1
Posko darurat Cargill untuk membantu para korban banjir


Mengingat semakin meningkatnya jumlah masyarakat yang membutuhkan bantuan di posko Cargill Cares kita, maka dari itu, tim kita telah mendirikan posko yang lebih besar. Sejak hari Minggu, kita telah membantu lebih dari 150 orang di posko tersebut. 


 

Sejak Selasa, 29 Agustus 2017, masyarakat di setidaknya 14 desa di sekamir PT Andes Sawit Mas (PT ASM) di Kecamatan Jelai Hulu dan Marau terkena dampak yang cukup parah akibat curah hujan terus-menerus yang menyebabkan meluapnya Sungai Jelai yang kemudian membanjiri rumah mereka. Daerah ini termasuk dalam East Region Poliplant Group dan sebagian korban merupakan karyawan dari PT Andes Sawit Mas.

Daerah pertama yang terkena aliran banjir dan sekarang menjadi daerah dengan dampak terparah adalah Desa Tanjung. Tinggi air mencapai 3-4 meter dengan arus yang cukup deras sehingga menyapu beberapa bagian rumah dan meninggalkan sisa bangunan rumah tergenang hingga lima hari.

Bersama dengan tim penyelamat dan siaga bencana setempat, karyawan CTP telah mendirikan tenda darurat sebagai tempat korban berlindung. Bangunan yang masih layak dan tidak terkena dampak banir seperti rumah-rumah di dataran yang lebih tinggi, kantor, gereja, dan fasilitas umum lainnya juga telah dialih fungsikan menjadi posko penampungan korban banjir. Banjir juga telah merusak jalan dan jembatan serta memotong akses transportasi sehingga proses evakuasi dan penyelamatan hanya bisa dilakukan menggunakan perahu.

Banjir_PPG_check victim at home
Tim paramedis Cargill mengunjungi rumah korban banjir sediakan layanan kesehatan

Sejauh ini, tidak ada korban jiwa akibat bencana ini. Namun, sebagian besar dari korban saat ini sangat membutuhkan bantuan layanan kesehatan akibat cidera pada saat proses evakuasi, demam, mual, flu, dan penyakit lainnya yang diakibatkan oleh air yang terkontaminasi.

Respon Cargill hingga saat ini

Menanggapi kejadian ini, CTP telah turut membantu dan melakukan berbagai hal seperti:

  • Rabu, 30 Agustus: Tim kami di PT ASM menerjunkan empat truk untuk membantu evakuasi korban banjir serta harta benda mereka di Desa Tanjung, Perigi, dan Riam Kota dan mengantarkan mereka ke posko dengan selamat. kami juga mendistribusikan bantuan makanan di hari yang sama.

  • Kamis, 31 Agustus: Banjir telah menggenangi jalan utama (Jalan Hauling) dan memutus akses ke Desa Tanjung; namun, bantuan terus didistribusikan ke lokasi-lokasi lainnya yang masih bisa dijangkau seperti Desa Perigi dan Riam Kota.

  • Jumat, 1 September: Makanan dan air minum dikirim untuk korban di daerah Pasir Mayang, Rangga Intan, Sidahari dan Tanggerang.

  • Sabtu, 2 September: Cargill menyalurkan bantuan kepada lebih dari 800 penduduk di Kecamatan Jelai-Hulu. kami juga membantu Badan SAR Nasional Kabupaten Kepatang untuk melakukan peninjauan pasca bencana banjir di Kecamatan Jelai Hulu.

    Banjir_PPG_Boat
    Banjir menggenangi jalan dan jembatan sehingga evakuasi harus dilakukan menggunakan perahu
  • Minggu, 3 September: Kami mendirikan Posko Cargill Cares di Riam Kota untuk menyediakan pelayanan kesehatan gratis untuk para korban. Bantuan ini berkoordinasi dengan Puskesmas setempat dan Posko Korban Banjir di Riam Kota untuk memastikan bantuan terdistribusikan dengan merata. Bantuan juga tetap disalurkan ke desa lain seperti Perigi dan Danau Riam.

  • Senin, 4 September: Kami terus memberikan pelayanan kesehatan gratis dan mendistribusikan makanan di Riam Kota, terutama untuk anak-anak. Di internal, kami juga mengadakan penggalangan dana bagi seluruh karyawan dan manajemen yang ingin membantu program penanganan dan pemulihan pasca bencana. kami juga memfasilitasi bantuan dari berbagai pihak seperti Puskesmas, Dinas Kesehatan, dan kontraktor serta vendor yang bekerja sama dengan Cargill. Analisis dampak dan peninjauan saat ini sedang dilakukan untuk mengetahui apakah posko kesehatan berjalan dibutuhkan untuk menjangkau masyarakat yang terisolir.

  • Selasa, 5 September: Mengingat ada lebih banyak warga yang mendatangi tenda darurat Cargill Cares, kami telah menyediakan tenda yang lebih besar dan tetap melanjutkan layanan kesehatan. kami telah membantu lebih dari 150 pasien sejak tenda didirikan pada hari Minggu. kami juga terus berkoordinasi dengan perusahaan lain, pemerintah, dan tokoh masyarakat untuk mengidentifikasi langkah-langkah pemulihan selanjutnya.

  • Rabu, 6 September: Di Kecamatan Jelai Hulu, sebagian dari tim kami bersiaga di tenda darurat yang kami bangun sedangkan tim lain yang beranggotakan manager dan teknisi sipil mengunjungi daerah yang rusak akibat banjir untuk meninjau kondisi terkini. Peninjauan ini dilakukan di Desa Tanjung, Perigi, Deranuk, dan Periangan di Kecamatan Jelai Hulu.
     

Banjir_PPG_collapse house
Arus banjir cukup kuat untuk menghanyutkan bagian rumah.

Situasi terkini 6 September 2017, 12:00 WIB

Hingga saat ini, 170 keluarga atau sekamir 500 orang, termasuk anak-anak dan lansia telah dievakuasi: sebagian besar dari mereka adalah karyawan kami. Tiga desa mengalami kerusakan parah akibat banjir, yaitu Desa Tanjung, Perigi, dan Riam Kota. Total 16 posko penampungan korban, termasuk posko Cargill Cares kami, telah didirikan oleh berbagai pihak, sebagian besar dari pemerintah, sebagai tempat berlindung bagi para korban.

Kecamatan Jelai Hulu

Saat ini, banjir di Kecamatan Jelai Hulu mulai surut dan banyak masyarakat telah kembali ke rumah untuk membersihkan rumah dan menyelamatkan sisa-sisa harta benda. Sebagian yang lain memilih untuk tetap berada di posko untuk menghindari banjir susulan, terutama anak-anak dan lansia, serta para korban yang rumahnya rusak parah akibat banjir.

Tim dari Cargill mengunjungi daerah yang rusak akibat banjir untuk meninjau kondisi terkini. Peninjauan ini dilakukan di Desa Tanjung, Perigi, Deranuk, dan Periangan di Kecamatan Jelai Hulu. Di Desa Tanjung, sembilan rumah rusak parah, tiga diantaranya adalah milik karyawan.
Mengingat banyak warga yang belum mendapatkan pelayanan kesehatan karena kesusahan untuk menjangkau tenda darurat kami di Riam Kota. Maka dari itu, kami berencana untuk menerjunkan tim layanan kesehatan berjalan untuk menjangkau para korban. Kami juga telah mendistribusikan 20 ton beras dari pemerintah untuk masyarakat di Jelai Hulu melalui badan penanggulangan bencana setempat menggunakan truk.

Banjir_PPG_unloading aid from truck
Pendistribusian bantuan dari Cargill

Kecamatan Manis Mata

Banjir telah meluas hingga Desa Kelampai dan Kemuning di Kecamatan Manis Mata. Hari ini, level ketinggian air dilaporkan setinggi paha orang dewasa. Walaupun kami memiliki stok bantuan untuk masyarakat di Kelampai dan Kemuning, namun akses untuk menjangkau masyarakat sangat terbatas dan hanya bisa menggunakan perahu. Tim kami di PT Harapan Sawit Lestari telah berkoordinasi dengan kepala desa setempat untuk mengumpulkan bantuan menggunakan perahu milik kepala desa. kami juga bekerja sama dengan karang taruna setempat untuk mendirikan tenda darurat sebagai langkah antisipasi jika banjir meluas hingga area kami. Badan penanggulangan bencana dan badan pencarian dan pertolongan setempat telah bersiaga di lokasi untuk memberikan pendampingan jika dibutuhkan.

Kontribusi CTP

Di Poliplant Group, sampai saat ini, kami telah mendonasikan uang sebesar Rp 29,471,000, 170 kilogram beras, tujuh kardus pakaian, 360 botol air mineral, dan delapan karton biscuit sebagai langkah penanganan dan pemulihan pasca bencana. CTP, kontraktor rekanan serta pemasok juga telah mendistribusikan bantuan yang dibutuhkan hingga saat ini seperti makanan bernutrisi (sayuran, daging, ayam, telur, nasi), peralatan dapur, obat-obatan, dan pakaian. Tahap selanjutnya yang dibutuhkan adalah bantuan renovasi rumah dan fasilitas publik, seperti sekolah, masjid, gereja, dan kantor pemerintahan yang rusak akibat genangan banjir.

Informasi dan data sedang dikumpulkan di tiap posko untuk menentukan langkah pemulihan pasca bencana, berdasarkan prioritas. kami telah merumuskan rencana lanjutan

Banjir_PPG_registrationn
Tim relawan Cargill mendirikan posko darurat dan mendata korban untuk keperluan pendistribusian bantuan

untuk berkoordinasi dengan berbagai pihak yang terlibat dalam langkah pemulihan pasca bencana, sehingga kami bisa menentukan prioritas berdasarkan situasi terbaru. Semua pihak saat ini sedang merumuskan penilaian dampak bencana yang hasilnya akan dijadikan acuan untuk langkah pemulihan. 

 


 


 

.