.

 

Langkah-Langkah Cargill dalam Memenuhi Permintaan Minyak Sawit Berkelanjutan

Cargill coaching smallholder
Cargill telah menerima bantuan Daemeter untuk mengidentifikasi HCV dan HCS lahan, dan akan bermitra dengan Solidaridad untuk membantu petani plasma dan masyarakat setempat berhasil dan mempertahankan mata pencaharian yang baik untuk generasi mendatang.

Cargill telah mengakuisisi Poliplant Group, sebuah langkah yang akan meningkatkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi meningkatnya permintaan untuk minyak sawit traceable dan berkelanjutan. Akuisisi ini diselesaikan pada 30 Desember 2014.

Perkebunan baru ini dibangun pada lahan tertanam 50.000 hektar milik petani plasma setempat maupun perusahaan; yang berdekatan dengan perkebunan minyak sawit Cargill yang telah ada di Kalimantan Barat, Indonesia.

Bagi John Hartmann, CEO Cargill Tropical Palm Holdings Pte Ltd, keberhasilan jangka panjang akuisisi akan mengharuskan Cargill dan para pemangku kepentingan untuk melakukan upaya bersama mengatasi penggundulan hutan dan masalah lingkungan lain yang terkait dengan sektor kelapa sawit.

"Perkebunan kelapa sawit Cargill di Kalimantan Barat dan Sumatera Selatan telah memiliki track record yang kuat dalam praktek-praktek berkelanjutan dan beroperasi dengan standar prosedur yang ketat," kata Hartmann. "Mengingat kami sedang menjalani proses sertifikasi RSPO untuk operasi baru kami, tujuan kami yang lebih luas untuk rantai pasokan yang sepenuhnya berkelanjutan dan transparan hanya dapat dicapai dengan dukungan dari berbagai pemangku kepentingan."

"Kami sangat berkomitmen untuk bekerja sama dengan pelanggan, pemasok, mitra LSM dan masyarakat setempat untuk membawa Poliplant mencapai potensi maksimalnya; dimulai dengan HCV yang diwajibkan dan penilaian lapangan HCS," tambah Hartmann.

Merawat Lahan dan Masyarakat

Cargill telah meminta bantuan perusahaan konsultan independen Daemeter, untuk melakukan berbagai tugas sosial dan lingkungan terkait, termasuk penilaian lapangan untuk mengidentifikasi High Conservation Value (HCV) dan High Carbon Stock (HCS) lahan: sebuah langkah penting untuk memastikan tidak ada deforestasi sebagaimana dijanjikan dalam Kebijakan Sustainable Palm Oil yang diluncurkan Juli lalu.

"Untuk mencapai produksi yang berkelanjutan di Indonesia, penting bagi semua pihak yang terlibat untuk bekerja menuju tujuan yang sama," kata Gary Paoli, Direktur Penelitian dan Pengembangan Proyek di Daemeter. "Proses ini dimulai dengan transparansi, dan kami memuji keterbukaan Cargill tentang keterlibatan kami untuk membantu penilaian HCS dan HCV di Poliplant."

Cargill telah lama mengakui peran penting dari petani plasma dalam rantai pasokan minyak sawit global. Untuk memastikan keikutsertaan mereka dalam operasi baru dan memahami kebutuhan masyarakat setempat, Cargill telah bermitra dengan Solidaridad, sebuah LSM internasional khusus dalam membangun rantai pasokan yang adil dan berkelanjutan.

"Pertanian tetap menjadi salah satu kegiatan ekonomi utama di Indonesia, dan penting bagi petani plasma untuk mulai mengadopsi praktik pertanian berkelanjutan untuk melestarikan kehidupan masa depan mereka” kata Hendry Yang, Koordinator Minyak Sawit untuk Solidaridad Selatan dan Asia Tenggara. “Melalui kemitraan kami dengan Cargill, kami akan berfokus pada pengembangan roadmap jangka panjang untuk membantu petani plasma dan masyarakat setempat berhasil dan mempertahankan mata pencaharian yang baik untuk generasi mendatang."

Menjalankan Apa yang telah Dikomitmenkan

Dalam edisi pertama Palm Oil Progress Report, yang diterbitkan bulan November, Cargill menggarisbawahi kemajuan yang telah dicapai dalam pengembangan rantai pasokan minyak sawit yang berkelanjutan secara utuh dan traceable. Capaian Akuisisi selanjutnya menuju sertifikasi RSPO akan didokumentasikan dalam laporan berikutnya.

Cargill bekerja keras untuk memastikan agar kebijakan kelapa sawit tersebut dilaksanakan di perkebunan mereka, termasuk untuk yang baru saja diakuisisi ini. Sebelum masa penyelesaian akuisisi, Cargill Tropical Palm telah melakukan diskusi dengan para ahli terkemuka dibidang manajemen sosial dan lingkungan kelapa sawit, menunjukkan keseriusan mereka dalam menerapkan praktik terbaik di kelasnya. Komitmen pelaporan mereka akan memastikan bahwa tindakan ini dilakukan secara transparan, " kata Robin Barr, direktur The Forest Trust (TFT), sebuah LSM yang membantu perusahaan mewujudkan produk yang bertanggung jawab.

"Saya berterima kasih atas dukungan dari Daemeter, Solidaridad dan TFT dalam membantu kami membangun rantai pasokan yang traceable untuk minyak sawit bersertifikat," kata Hartmann. "Ada banyak pekerjaan di depan kami, tapi kami berada di jalur yang benar."

.